Langsung ke konten utama

Nasihat Untuk Kita Semua, Singlelillah :)

Tetaplah istiqomah menjadi singlelillah , ini bukan karena tidak laku, tapi memang tidak mau. Contoh di depan mata memang terlihat sempurna, tetap bersama dan terlihat sholiha (?) entahlah, jangan menghakimi siapapun. Dari latar belakang apapun yang kau lihat itu adalah manusia, Ia tidak sempurna.
Bukankah kamu sudah tahu kemana arah hubungan-hubungan tidak sah itu. Bahkan jika nanti berakhir di pelamihan, sudah ada dosa yang ditabung. Menikah setelah berpacaran bertahun-tahun bukan penebusnya. Wallahu’alam, dosa manusia hanya Allah yang tahu. Jangan merasa suci karena tidak pernah pacaran atau karena sudah bertobat atas aktivitas itu.

Teruslah perbaiki diri, memang jika berpikir rasional rasanya tidak mungkin akan memperoleh pasangan seperti halnya mereka yang mengawali pernikahan dari jalan pacaran. Tapi siapa pemilik bumi dan isinya? Apa kamu masih meragukan kuasa-Nya? Bersabarlah. Menjadi sabar tidak ada ruginya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejujuran yang Pahit

Hari itu, matahari berada tepat di atas kepala, pertanda hari mulai siang. Tak seperti biasanya aku kembali ke perantauan sesiang ini. Wajar saja, kali ini aku tak kembali ke Kota M, melainkan ke Kota S karena kini aku harus praktik industri di sana. Entah kenapa pulang kampung kali ini membuatku merasa betah di rumah. Walaupun kini aku mulai menyadari statusku di rumah itu, namun tetap saja aku merasa nyaman. Aku menikmati hari-hari yang cukup singkat bersama mereka, keluarga angkataku. Tak ada yang berbeda, bapak masih sakit, ibu juga terlihat kurang sehat, Mbak Tin masih suka memarahi anaknya. Dan Si Naughty Arya juga masih menyebalkan. Namun buka sisi negatif itu yang keperhatikan kali ini. Aku lebih fokus pada perhatian mereka. Entahlah, meskipun kadang terbesit pikiran-pikiran negatif tentang niat   buruk mereka, namun aku tetap berusa meyakinkan diriku bahwa mereka benar-benar menyayangiku dengan sepenuh hati. Kuakui setiap kali aku hendak kembali ke perantauan, aku benar-...

Derita yang Sempurna!

Assalamualaikum, Dua tahun sejak terakhir kali aku memposting kisah sedihku tentang keluarga angkatku, kini aku kembali dengan kisah yang lebih menyedihkan. Tidak, aku tidak menginginkan simpati dari siapapun aku hanya ingin berbagi kesedihan yang kini tidak tahu lagi harus kubagi dengan siapa. Rabu, 17 Februari 2016, Apak, laki-laki yang menyelamatkan masa kecilku, laki-laki yang membuatku tidak mejadi yatim, justru menjadikanku yatim untuk kedua kalinya. Ia meninggalkanku untuk selamanya tanpa sempat aku melihatnya untuk terakhir kalinya. Hari-hari sebelum kepergiaannya aku sudah merasa kehilangan sesuatu. Entahlah mungkin itu sebuah pertanda bahwa orang yang paling kusayangi di dunia ini akan menggalkan putri kesaynagnnya ini sendiri. Tetapi bagaimanapun, kematian adalah takdir, dan aku percaya bahwa takdir baik adalah takdir yang terjadi. Aku sendiri pun tidak tega melihat ayah menahan rasa sakithya selama kurang lebih 6 tahun sejak aku duduk di bangku SMA. Aku selalu merasa bah...