Langsung ke konten utama

NiQuot (Nikuma's Quotes)

Assalamu’alaikum sobat..
Bukan sok bijak atau semacamnya saat tiba-tiba di kepala saya muncul berbagai ide untuk menulis beberapa kalimat yang biasanya langsung saya posting melalui akun facebook saya. Tetapi kalimat tersebut tidak lain adalah gambaran situasi yang sedang saya alami. Biasanya sih soal cinta, sesuatu yang abstrak menurut kacamata saya secara pribadi. Nanti saya bahas tentang keabstrakan cinta di tulisan saya yang lain. So, let’s check it out!
Quotes sepanjang 2014
1#ketika kau sibuk memperhatikan orang lain, sebenarnya ada hal lain yang sedang kau lupakan, padahal itu jauh lebih penting.
siapa lagi kalau bukan dirimu sendiri?

2#jika kau pikir hari masih terlalu pagi, tunggulah sampai matahari meninggi, tak perlu berlari, hanya perlu pahami bahwa malam akan datang menghantui..

3#Saat keretamu melaju, akan kau temui banyak pemberhentian, tapi bukankah hanya akan ada satu pemberhentian yang kau tuju?

4#Tidak semua kata yang kau cari akan kau temukan dalam sebuah kamus yang terlihat lengkap sekalipun. Tapi dalam kamus kehidupan ada banyak hal yang akan kau temukan walau tak pernah kau pikirkan.

5#Aku tak ingin menyesali sesuatu yang telah ditakdirkanNya. Termasuk pertemuanku dengan mereka yang berhasil membuat hidupku berwarna, tak peduli menggores tinta hitam sekalipun. Bahka jika warna itu hanya abu-abu, kurasa keduanya tetap saja warna yang jika tak ada akan mengurangi nilai artistik hidup ini..

6#jangan ciptakan rasa sakit yang seharusnya tak kau rasakan hanya karena sesuatu yang abstrak, tak jelas keberadaanya..

7#kata-kata dapat menjadi dusta yang nyata saat tindakan mewakili kebenarannya. Jadikan keduanya sama, jangan ada beda. karena membangun kepercayaan lebih sulit daripada menghancurkannya.

8#bagi sebagian orang, mungkin nama hanya deretan kata yang biasa. tak berarti apa2 jika sang pemilik bukan siapa2. kau tahu, biarpun namaku takkan pernah menjadi sesuatu yang akan menggetarkan jiwamu, tapi bagi orang tuaku, namaku adalah do’a yang senantiasa mengalir dalam darahku bersama detak jantungku di sepanjang waktu..

9#seperti menuggu lampu merah yang takkan pernah berubah menjadi kuning, bahkan hijau, percuma. berputarlah dan cari jalan lain..

10#bagaimana jika pelangi yang kau lihat selama ini hanyalah ilusi belaka? andai itu memang nyata sekalipun, bukankah kau juga takkan mampu menyentuhnya? ah sudahlah, kupikir melihat keindahannya saja cukup untuk membuatmu bahagia. lagipula untuk sekedar melihatnya, bukankah kau butuh derasnya hujan dan teriknya mentari?

11#Kita tidak akan pernah tau kapan kebahagiaan akan berbaik hati menyapa kita, entah itu semenit, sejam, atau bahkan hanya sedetik tentu akan terasa sangat menyenangkan. Begitupula penderitaan. Keberangkatan atau kedatangan kereta yang sudah direncanakan sebelumnya saja sewaktu2 bisa berubah. Mungkin analogi ini juga berlaku untuk hati. Yeah, bukankah hati memang pasang surut dan kita tak bisa memprediksinya ?

12#jika seorang anak besikap manja, maka itu bukan seratus persen menjadi kesalahan anak. lagi pula manja bukan sifat yang dibawa oleh seorang anak sejak lahir. untuk masalah ini orang tua perlu bercermin, melihat bagaimana cara mereka mendidik anaknya selama ini,

13#ketika seorang anak merasa bahwa dirinya telah dewasa, terkadang justru ia lebih terlihat seperti anak kecil, kedewasaan tidak serta merta hadir begitu saja, tetapi berbagai permasalaham dalam hidup inilah yang akan menghadirkan kedewasaan itu secara perlahan tapi pasti,

14#pada akhirnya kita akan kembali pada jalan yang seharusnya kita lalui bersama mereka yang terpilih agar kau tak pernah merasa sendiri. Dan kau kan menyadari bahwa hidup tak hanya milik mereka, tapi juga milik kita..

sudah dulu ya.. koneksi sedang tidak mendukung untuk meg-copas status-status di fb saya,
kalau penasaran silakan kunjungi account facebook saya :)
arigatou gozaimasu :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejujuran yang Pahit

Hari itu, matahari berada tepat di atas kepala, pertanda hari mulai siang. Tak seperti biasanya aku kembali ke perantauan sesiang ini. Wajar saja, kali ini aku tak kembali ke Kota M, melainkan ke Kota S karena kini aku harus praktik industri di sana. Entah kenapa pulang kampung kali ini membuatku merasa betah di rumah. Walaupun kini aku mulai menyadari statusku di rumah itu, namun tetap saja aku merasa nyaman. Aku menikmati hari-hari yang cukup singkat bersama mereka, keluarga angkataku. Tak ada yang berbeda, bapak masih sakit, ibu juga terlihat kurang sehat, Mbak Tin masih suka memarahi anaknya. Dan Si Naughty Arya juga masih menyebalkan. Namun buka sisi negatif itu yang keperhatikan kali ini. Aku lebih fokus pada perhatian mereka. Entahlah, meskipun kadang terbesit pikiran-pikiran negatif tentang niat   buruk mereka, namun aku tetap berusa meyakinkan diriku bahwa mereka benar-benar menyayangiku dengan sepenuh hati. Kuakui setiap kali aku hendak kembali ke perantauan, aku benar-...

Nasihat Untuk Kita Semua, Singlelillah :)

Tetaplah istiqomah menjadi singlelillah , ini bukan karena tidak laku, tapi memang tidak mau. Contoh di depan mata memang terlihat sempurna, tetap bersama dan terlihat sholiha (?) entahlah, jangan menghakimi siapapun. Dari latar belakang apapun yang kau lihat itu adalah manusia, Ia tidak sempurna. Bukankah kamu sudah tahu kemana arah hubungan-hubungan tidak sah itu. Bahkan jika nanti berakhir di pelamihan, sudah ada dosa yang ditabung. Menikah setelah berpacaran bertahun-tahun bukan penebusnya. Wallahu’alam, dosa manusia hanya Allah yang tahu. Jangan merasa suci karena tidak pernah pacaran atau karena sudah bertobat atas aktivitas itu. Teruslah perbaiki diri, memang jika berpikir rasional rasanya tidak mungkin akan memperoleh pasangan seperti halnya mereka yang mengawali pernikahan dari jalan pacaran. Tapi siapa pemilik bumi dan isinya? Apa kamu masih meragukan kuasa-Nya? Bersabarlah. Menjadi sabar tidak ada ruginya.

Derita yang Sempurna!

Assalamualaikum, Dua tahun sejak terakhir kali aku memposting kisah sedihku tentang keluarga angkatku, kini aku kembali dengan kisah yang lebih menyedihkan. Tidak, aku tidak menginginkan simpati dari siapapun aku hanya ingin berbagi kesedihan yang kini tidak tahu lagi harus kubagi dengan siapa. Rabu, 17 Februari 2016, Apak, laki-laki yang menyelamatkan masa kecilku, laki-laki yang membuatku tidak mejadi yatim, justru menjadikanku yatim untuk kedua kalinya. Ia meninggalkanku untuk selamanya tanpa sempat aku melihatnya untuk terakhir kalinya. Hari-hari sebelum kepergiaannya aku sudah merasa kehilangan sesuatu. Entahlah mungkin itu sebuah pertanda bahwa orang yang paling kusayangi di dunia ini akan menggalkan putri kesaynagnnya ini sendiri. Tetapi bagaimanapun, kematian adalah takdir, dan aku percaya bahwa takdir baik adalah takdir yang terjadi. Aku sendiri pun tidak tega melihat ayah menahan rasa sakithya selama kurang lebih 6 tahun sejak aku duduk di bangku SMA. Aku selalu merasa bah...