Sudah banyak sekali abjad-abjad yang melayang-layang di kepala, tapi malas masih saja menjuarai atas diriku. Ya beginilah, semakin dewasa semakin banyak yang dipikirkan, kurang bisa memanjemen waktu dengan baik. Akhirnya lebih sering menghabiskan waktu dengan kurang produktif. Mencari-cari kesibukan yang lebih kearah fisik supaya terlihat lelah. Tapi pemikiran kurang diasah, jadinya ya begini-begini saja. Teman, mohon doa nya supaya bisa menjadi lebih baik dan bisa melanjutkan tulisan-tulisan tentang pengalaman hidup yang harapannya bisa menginspirasi pembaca.Terima kasih.
Hari itu, matahari berada tepat di atas kepala, pertanda hari mulai siang. Tak seperti biasanya aku kembali ke perantauan sesiang ini. Wajar saja, kali ini aku tak kembali ke Kota M, melainkan ke Kota S karena kini aku harus praktik industri di sana. Entah kenapa pulang kampung kali ini membuatku merasa betah di rumah. Walaupun kini aku mulai menyadari statusku di rumah itu, namun tetap saja aku merasa nyaman. Aku menikmati hari-hari yang cukup singkat bersama mereka, keluarga angkataku. Tak ada yang berbeda, bapak masih sakit, ibu juga terlihat kurang sehat, Mbak Tin masih suka memarahi anaknya. Dan Si Naughty Arya juga masih menyebalkan. Namun buka sisi negatif itu yang keperhatikan kali ini. Aku lebih fokus pada perhatian mereka. Entahlah, meskipun kadang terbesit pikiran-pikiran negatif tentang niat buruk mereka, namun aku tetap berusa meyakinkan diriku bahwa mereka benar-benar menyayangiku dengan sepenuh hati. Kuakui setiap kali aku hendak kembali ke perantauan, aku benar-...
Komentar
Posting Komentar